Desa Wisata Banyumulek

Hari Libur Nasional

Wafat Yesus Kristus (Good Friday)

  • Hari
  • Jam
  • Menit
  • Detik
Info
Selamat datang di Website Resmi Desa Wisata Banyumulek Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat

Berita Desa Wisata

Komentar Terbaru

Kategori

#Banyumulek Minggu, 4Januari 2026 - 10:11 

Copas dari: *Agung Margandhi*/jay/ky

Kebijakan publik yang baik selalu lahir dari keseimbangan antara visi besar negara dan realitas di lapangan. Namun, dinamika pengelolaan Dana Desa tahun 2026 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 16 Tahun 2025, menimbulkan kegelisahan yang nyata di banyak desa, khususnya desa-desa dengan kapasitas fiskal terbatas.

Di atas kertas, regulasi ini membawa semangat penajaman fokus: penanganan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, layanan dasar kesehatan, hingga pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Tujuannya mulia. Sayangnya, tujuan baik tidak selalu otomatis sejalan dengan kemampuan riil desa dalam menjalankannya.

Ambil salah satu contoh Pemerintah Desa yang tidak mau disebutkan namanya, Dengan proyeksi Dana Desa tahun 2026 yang hanya berkisar Rp300 jutaan, desa dihadapkan pada kewajiban membiayai kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar. Posyandu saja berjumlah tiga unit dengan total 15 kader. Bila setiap kader menerima insentif sekitar Rp1,3 juta per bulan, maka dalam setahun anggaran yang terserap mencapai lebih dari Rp230 juta. Itu belum termasuk operasional posyandu, honor guru PAUD, kegiatan PAUD, insentif guru ngaji, guru katekis, dan kebutuhan sosial dasar lainnya.

Pertanyaannya sederhana namun krusial: apakah anggaran sebesar itu masih realistis untuk menampung seluruh kewajiban desa?

Ketika belanja dasar saja sudah “habis sebelum berjalan”, desa praktis kehilangan ruang fiskal untuk menjalankan program-program baru yang diwajibkan. Dalam kondisi seperti ini, wajar bila muncul keraguan masyarakat terhadap efektivitas program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Bukan karena menolak gagasan koperasi, tetapi karena fondasi keuangannya belum kokoh. Program baru membutuhkan modal, pendampingan, dan waktu—sementara desa sedang berjuang sekadar untuk bertahan.

Lebih jauh, penghapusan penetapan persentase BLT dan ketahanan pangan memang memberi fleksibilitas secara normatif. Namun, bagi desa dengan anggaran kecil, fleksibilitas tanpa kecukupan dana justru menjadi dilema. BLT berpotensi dihapus bukan karena kemiskinan telah selesai, tetapi karena anggaran tidak lagi memadai. Ini ironi yang patut direnungkan bersama.

Pemerintah pusat tentu memiliki keterbatasan fiskal dan tantangan nasional yang besar. Namun, desa juga memiliki kenyataan yang tidak bisa disederhanakan dengan satu formula kebijakan. Desa di Jawa tentu berbeda dengan desa di perbatasan, pesisir, dan daerah tertinggal. Menyeragamkan pendekatan tanpa diferensiasi yang adil berisiko membuat desa-desa tertentu semakin tertinggal.

Karena itu, yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar sosialisasi regulasi, melainkan dialog kebijakan yang jujur dan terbuka. Pemerintah pusat perlu turun mendengar, bukan hanya meminta desa menyesuaikan. Evaluasi berbasis kondisi riil desa, skema afirmatif bagi desa dengan Dana Desa rendah, serta penahapan kewajiban program nasional menjadi langkah yang patut dipertimbangkan.

Desa tidak menolak perubahan. Desa juga tidak alergi terhadap program nasional. Tetapi desa berharap satu hal yang sangat manusiawi: kebijakan yang adil, proporsional, dan berpijak pada kenyataan hidup warganya.

Jika desa kuat, negara akan kokoh. Namun jika desa dipaksa berlari tanpa cukup napas, maka tujuan besar justru berisiko kehilangan pijakan.

Penulis://jay/ky

Copas dari// Agung Margandhi

 

Beri Komentar

Desa Wisata

4,370

LAKI-LAKI

LAKI-LAKI 4,370 penduduk

4,399

PEREMPUAN

PEREMPUAN 4,399 penduduk

8,769

JUMLAH

0

BELUM MENGISI

8,769

TOTAL

TOTAL 8,769 penduduk

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa untuk mendapatkan PIN

Pemerintah Desa

Kepala Desa

H. JAMILUDIN, S.IP

Sekretaris

MANSYUR

Kaur Perencanaan

AHMAD SUJAI

Kasi Pemerintahan

MUHAMMAD ZAKARIA

Kaur Umum dan Tata Usaha

SYAMSUL HADI

Kasi Kesejahtraan

MUADI ABDILLAH

Kaur Keuangan

SITI FAIZAH, S.E.Sy.

Kasi Pelayanan

NISWATUL IZZAH, S.H

Operator Desa

SITI MUTAAH

Staf Pembantu Desa

SALAMUN HADI

Kepala Kewilayahan Kerangkeng Timur

DEDI SARDI RUMANSYAH

Kepala Kewilayahan Kerangkeng Barat

MUHAMMAD SYAFRULLAH

Kepala Kewilayahan Gubuk Baru

AHMAD HASAN AZHARI

Kepala Kewilayahan Dasan Tawar

H. TONI SUSILAFUDIN, S.Pd

Kepala Kewilayahan Banyumulek Timur

ZAMRONI HARIYADI

Kepala Kewilayahan Mekarsari

SAMSUL HALID

Kepala Kewilayahan Karang Pande

MUHAMAD

Kepala Kewilayahan Pengodongan

MURSAN

Kepala Kewilayahan Banyumulek Barat

MUHAMMAD

Kepala Kewilayahan Muhajirin

AHMD SUJAI, S.M

Menu Kategori
Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 177
Kemarin : 36
Total Pengunjung : 2.618
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.213
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v110.03
Menu Kategori
Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 177
Kemarin : 36
Total Pengunjung : 2.618
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.213
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v110.03

Transparansi Anggaran

APBD 2026 Pelaksanaan

Pendapatan

Realisasi | Anggaran

Rp. 1.306.385.210,00 Rp. 1.306.385.210,00

100%

Belanja

Realisasi | Anggaran

Rp. 1.341.558.101,00 Rp. 1.341.558.101,00

100%

Pembiayaan

Realisasi | Anggaran

Rp. 38.097.890,00 Rp. 38.097.890,00

100%

APBD 2026 Pendapatan

Hasil Usaha desa wisata

Realisasi | Anggaran

Rp. 26.000.000,00 Rp. 26.000.000,00

100%

Dana Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 373.456.000,00 Rp. 373.456.000,00

100%

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

Realisasi | Anggaran

Rp. 85.489.000,00 Rp. 85.489.000,00

100%

Alokasi Dana desa wisata

Realisasi | Anggaran

Rp. 698.846.000,00 Rp. 698.846.000,00

100%

Bantuan Keuangan Provinsi

Realisasi | Anggaran

Rp. 119.700.000,00 Rp. 119.700.000,00

100%

Bunga Bank

Realisasi | Anggaran

Rp. 2.894.210,00 Rp. 2.894.210,00

100%

APBD 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan desa wisata

Realisasi | Anggaran

Rp. 980.484.101,00 Rp. 980.484.101,00

100%

Bidang Pelaksanaan Pembangunan desa wisata

Realisasi | Anggaran

Rp. 246.844.000,00 Rp. 246.844.000,00

100%

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan desa wisata

Realisasi | Anggaran

Rp. 50.230.000,00 Rp. 50.230.000,00

100%

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak desa wisata

Realisasi | Anggaran

Rp. 64.000.000,00 Rp. 64.000.000,00

100%
Pemerintah Desa

H. JAMILUDIN, S.IP

Kepala Desa

MANSYUR

Sekretaris

AHMAD SUJAI

Kaur Perencanaan

MUHAMMAD ZAKARIA

Kasi Pemerintahan

SYAMSUL HADI

Kaur Umum dan Tata Usaha

MUADI ABDILLAH

Kasi Kesejahtraan

SITI FAIZAH, S.E.Sy.

Kaur Keuangan

NISWATUL IZZAH, S.H

Kasi Pelayanan

SITI MUTAAH

Operator Desa

SALAMUN HADI

Staf Pembantu Desa

DEDI SARDI RUMANSYAH

Kepala Kewilayahan Kerangkeng Timur

MUHAMMAD SYAFRULLAH

Kepala Kewilayahan Kerangkeng Barat

AHMAD HASAN AZHARI

Kepala Kewilayahan Gubuk Baru

H. TONI SUSILAFUDIN, S.Pd

Kepala Kewilayahan Dasan Tawar

ZAMRONI HARIYADI

Kepala Kewilayahan Banyumulek Timur

SAMSUL HALID

Kepala Kewilayahan Mekarsari

MUHAMAD

Kepala Kewilayahan Karang Pande

MURSAN

Kepala Kewilayahan Pengodongan

MUHAMMAD

Kepala Kewilayahan Banyumulek Barat

AHMD SUJAI, S.M

Kepala Kewilayahan Muhajirin